Sabtu, 22 Januari 2011

budidaya ikan hias air laut

Budi Daya Biota Laut
Ikan Hias Air Laut Masih Sulit
Editor : Ignatius Sawabi
Sabtu, 21 Agustus 2010 | 08:46 WIB
National Geographic
DENPASAR, KOMPAS.com — Pengusaha ikan hias di Bali belum mampu melakukan budidaya ikan hias air laut karena kurang modal dan belum menguasai teknologi untuk penanganannya.
   
"Belum ada usaha budidaya ikan hias air laut merupakan salah satu masalah yang dihadapi dalam perdagangan tersebut," kata Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Putu Bagiada SE di Denpasar, Sabtu (21/8/2010).
   
Pemburu ikan hias hidup di laut kadang-kadang mengabaikan kelestarian terumbu karang dan hanya beberapa kelompok nelayan yang mampu menangkap komoditas ekspor itu tanpa merusak lingkungan.
   
Kualitas ikan hias hidup yang ditangkap menggunakan alat peledak relatif rendah. Selain merusak terumbu karang di laut, penangkapan dengan peledak juga menyebabkan daya tahan ikan relatif pendek sehingga dikhawatirkan mati sebelum tiba di konsumen.
   
"Ini merupakan permasalahan yang dihadapi mengapa realisasi ekspor ikan hias hidup berkurang, baik dalam volume maupun perolehan devisanya," kata dia sambil menyebutkan angka realisasi perdagangan luar negerinya.
   
Realisasi ekspor ikan hias hidup dari Bali selama Januari-Mei 2010 hanya tercatat 294.745 ekor bernilai 382.635 dollar AS, melorot 22 persen dalam volumenya dan 6,7 persen dalam nilai jika dibandingkan periode sama 2009.
   
Perdagangan hasil tangkapan nelayan pantai itu selama lima bulan I-2009 mencapai 380.944 ekor seharga 410.285 dollar AS dengan tujuan utama adalah Singapura, Hongkong, Malaysia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar